Visi Madrasah
Selasa, 16 Jun 3711
  • Selamat Datang Di Website Resmi MTsN 2 Lamongan - Madrasah Islami, Berprestasi, dan Berwawasan Lingkungan
  • Selamat Datang Di Website Resmi MTsN 2 Lamongan - Madrasah Islami, Berprestasi, dan Berwawasan Lingkungan
17 Oktober 2023

Apel Hari Santri Digelar Serentak 22 Oktober, Pakai Peci dan Sarung

Sel, 17 Oktober 2023 Dibaca 75x Berita
Logo HSN 2023

Apel Hari Santri tahun ini akan dilaksanakan secara serentak pada 22 Oktober 2023. Apel ini akan digelar di pesantren, lembaga pendidikan keagamaan Islam, dan juga Kantor Kementerian Agama.

Pelaksanaan Apel Hari Santri 2023 ini diatur dalam Surat Edaran Sekjen Kementerian Agama No SE 25 tahun 2023 tentang Pelaksanaan Apel Hari Santri. Surat Edaran ini ditandatangani Sekjen Kemenag Nizar pada 11 Oktober 2023.

Apel Hari Santri 2023 terpusat di Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Jawa Timur. Selaku Inspektur Apel Hari Santri, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. Ini akan disiarkan langsung melalui kanal media sosial Kementerian Agama.

“Amanat Apel Hari Santri 2023 yang akan dibacakan pada Apel Hari Santri 2023 dapat diunduh atau didownload melalui website resmi Kementerian Agama RI https://www.kemenag.go.id/ dan Aplikasi Pusaka Kemenag RI,” demikian dijelaskan dalam surat edaran.

“Peserta apel menggunakan sarung, atasan putih, berpeci hitam bagi laki-laki, dan untuk perempuan dapat menyesuaikan,” lanjutnya.

Edaran juga mengatur agar para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menginformasikan kepada Pimpinan Pesantren dan Pimpinan Pendidikan Keagamaan Islam di wilayahnya mengenai pelaksanaan Apel Hari Santri 2023.

Para pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Unit Pelaksana Teknis, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, dan Kepala Madrasah juga diminta untuk mempublikasikan pelaksanaan Apel Hari Santri 2023 di website, media sosial, atau media lainnya. (Sumber Kemenag.go.id)