Tips Menghadapi New Normal Saat Pandemi Covid 19

Penyakit yang dikarenakan virus bernama Corona atau yang dikenal dengan istilah Covid 19 menyebar hampir keseluruh dunia dengan sangat cepat. Ratusan ribu manusia di seluruh dunia menjadi korban Covid 19. Penularan yang sangat cepat dan sulitnya mendeteksi orang yang terkena virus karena masa inkubasi Covid 19 kurang lebih dua minggu sehingga menjadi penyebab beberapa korban berjatuhan.

Menurut WHO penanganan wabah Corona diantaranya harus menghindari kerumunan , menghindari jarak dekat (social distancing), menghindari kontak fisik langsung baik sengaja maupun tidak sengaja seperti berjabat tangan yang ini semua tidak mungkin dilakukan jika tidak menutup dan menghentikan aktivitas kemasyrakatan yang tidak bisa dihindarkan dari melakukan hal hal diatas seperti sekolah, naik bus umum, dan transoportasi umum lainnya, kegiatan ibadah yang mengundang kumpulnya banyak orang, dll. Hal ini semua hanya bisa dilakukan minimal dengan PSBB atau kalau bisa lockdown.

Dampak dari kebijakan PSBB di Lingkungan sekolah adalah memindahkan proses pembelajaran di sekolah menjadi di rumah (Learn From Home). Selain itu, para guru dan tenaga pegawai juga bekerja dari rumah (Work From Home) untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Setelah lebih dari tiga bulan kebijakan PSBB diberlakukan ternyata Pandemi covid 19 tidak juga menurun. Ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid 19 ini membuat Pemerintah memberlakukan tatanan normal baru (new normal)”. New normal yang merupakan bentuk dari pola hidup baru secara normal merubah banyak kebiasaan lama yang ada di masyarakat menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan normal yang sesuai dengan tata aturan protokol kesehatan menghadapi Covid 19. Ini dilema karena memunculkan banyak masalah yang belum bisa diselesaikan seperti masuk sekolah tetapi tetap harus menjaga social distancing padahal tatap muka di sekolahan itu merupakan hubungan sosial yang sulit dihindarkan dari kedekatan sosial. Jika diberi jarak maka secara sistem dan prosedural pendidikan yang ada akan banyak mengalami perubahan seperti diskusi berjarak, duduk berjarak, dan keakraban pelajar akan menjadi berjarak baik diantara pelajar maupun dengan guru. Sehingga hal ini harus diantisipasi sedini mungkin baik secara fasilitas, kurikulum, maupun pendidik dan pserta didik harus beradaptasi dan semuanya itu tentu memerlukan waktu tidak bisa tiba tiba berubah begitu saja.

Tentunya seluruh elemen yang berkaitan dengan sekolah mulai dari pemerintah kepala sekolah guru, siswa, dan semua yang masih beruhubungan dengan pendidikan harus saling mengingatkan jika perlu ada reward dan punishment bagi yang melanggar apa yang telah disepakati sebagai aturan. Mungkin langkah-langkah berikut bisa jadi opsi untuk menjadi perangkat aturan baik dibuat formal maupun informal di lingkungan sekolah:


Langkah-langkah dan aturan aturan yag ada d atas semuanya telah sesuai dengan aturan medis yang disarankan oleh pemerintah. Sehingga walaupun kelihatannya rumit dan kompleks akan berdampak positif kepada kesehatan kita dari Virus Covid 19 karena Virus Covid ini sendiri sangat susah dan sulit untuk dideteksi secara sederhana. Mau tidak mau aturan tersebut aturan tersebut adalah solusi terbaik saat ini yang harus disertai kesadaran tinggi bagi semua pihak untuk mentaatinya agar apa yang kita dambakan hidup sehat dan belajar nyaman akan segera terwujud kembali.